148 Personel Gabungan Dikerahkan Tangani Karhutla di Jambi, 90 Personel Diterjunkan Lewat Udara

banner 468x60

AMURANEWS | Upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus digencarkan. Sebanyak 148 personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan Manggala Agni dikerahkan untuk memperkuat penanganan Karhutla di wilayah rawan kebakaran, khususnya Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Langkah tersebut ditandai dengan Apel Personel Gabungan Penebalan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang dipimpin Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., didampingi Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Minggu (18/10/2026).

Pengerahan ratusan personel ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait dalam mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus mengantisipasi meluasnya titik api di wilayah yang berpotensi terdampak Karhutla.

Dari total 148 personel yang disiagakan, sebanyak 90 personel diberangkatkan melalui jalur udara menggunakan helikopter, sementara 58 personel lainnya bergerak melalui jalur darat. Skema pengerahan tersebut dilakukan untuk mempercepat penambahan kekuatan personel di lapangan, terutama pada kawasan yang membutuhkan penanganan segera.

Adapun kekuatan personel gabungan terdiri atas 53 personel TNI, 45 personel Polda Jambi, 15 personel Basarnas/BPBD, serta 35 personel Manggala Agni. Seluruh unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan efektivitas penanganan Karhutla secara terpadu.

Dalam arahannya, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak, koordinasi yang solid, serta keterlibatan seluruh unsur terkait.
“Penebalan personel ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat penanganan Karhutla di wilayah rawan. Saya meminta seluruh personel bekerja secara terpadu, mengutamakan keselamatan, serta melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” tegas Al Haris.
Sementara itu, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menegaskan kesiapan TNI untuk terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi.

Menurutnya, sinergi antarlembaga dan kecepatan dalam mengambil tindakan menjadi faktor penting untuk mengendalikan kebakaran, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Sinergi dan kecepatan bertindak menjadi kunci. Seluruh personel harus mengoptimalkan tugas di lapangan, menjaga keselamatan, serta mengedepankan langkah pencegahan dan pemadaman secara terpadu,” ujar Brigjen TNI Nyamin.

Apel gabungan dan pemberangkatan personel tersebut turut dihadiri Kapolda Jambi, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

Melalui penebalan kekuatan Satgas Karhutla ini, penanganan kebakaran di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur diharapkan semakin optimal. Selain mempercepat pengendalian titik api, langkah tersebut juga diharapkan mampu mencegah meluasnya kebakaran serta menekan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas warga, dan kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *